Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Perbandingan Biaya, Kelebihan, dan Kekurangan

Orang membandingkan mobil listrik dan mobil bensin

Membandingkan mobil listrik vs mobil bensin kini tidak bisa lagi sekadar “mahal di depan, hemat di belakang”. Pilihan mobil LCGC yang semakin beragam membuat perbandingan harga keduanya tak terlalu signifikan.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui informasi berikut sebelum memutuskan memilih di antara keduanya.

Apa Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bensin?

Perbedaan utama mobil listrik vs mobil bensin terletak pada sumber energi dan sistem penggeraknya. Perbedaan ini memengaruhi biaya operasional, kebutuhan perawatan, waktu pengisian energi, dan pengalaman berkendara sehari-hari.

Perbedaan Sumber Energi, Mesin, dan Sistem Penggerak

Mobil listrik menggunakan energi dari baterai untuk menggerakkan motor listrik yang memutar roda, sedangkan mobil bensin membakar bahan bakar di mesin untuk menghasilkan tenaga yang diteruskan ke roda melalui sistem transmisi.

Karena memiliki lebih sedikit komponen penggerak dan tidak memerlukan proses pembakaran, mobil listrik umumnya memiliki mekanisme penggerak yang lebih sederhana.

Dari sisi energi, mobil listrik diisi melalui home charging atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum), sementara mobil bensin mengisi bahan bakar di SPBU.

Tabel Perbandingan Mobil Listrik vs Mobil Bensin

Untuk lebih memahami perbedaan keduanya, Anda bisa melihatnya dari beberapa aspek yang sering ditanyakan berikut.

AspekMobil ListrikMobil Bensin
Biaya bahan bakarUmumnya lebih rendah jika mengecas di rumah. Kurang lebih Rp25–37 ribu/100 kmBergantung harga BBM dan konsumsi. Kurang lebih Rp83–113 ribu/100 km
Perawatan rutinRelatif lebih sederhana. Contohnya, Rp3,6 juta/100 ribu km untuk Wuling Air EVLebih banyak. Rp7 juta/100 ribu km untuk Xpander
Waktu pengisianPuluhan menit hingga beberapa jam. Contoh, DC 30–80%: ±35 menit; AC 20–100%: 4,8–7,2 jamBeberapa menit
Jarak tempuhBergantung kapasitas baterai dan kondisi perjalananBergantung kapasitas tangki dan konsumsi
InfrastrukturHome charging dan SPKLUSPBU yang tersebar luas

Apa Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik?

Mobil listrik menawarkan biaya operasional yang menarik, tetapi manfaatnya bergantung pada kebiasaan berkendara dan kemudahan pengisian daya.

Kelebihan Mobil Listrik

  • Jika charge di rumah, secara umum biaya energinya 3–5 kali lebih rendah daripada bensin.
  • Harga beli kompetitif, mulai Rp155 jutaan.
  • Biaya energi per kilometer berpotensi lebih murah.
  • Perawatan rutin relatif sederhana karena tidak menggunakan oli mesin.
  • Akselerasi terasa responsif dan suara kendaraan lebih senyap.
  • Tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot saat berkendara.

Kekurangan Mobil Listrik

  • Baru tersedia sekitar 4.000 SPKLU yang sebagian besarnya berada di Pulau Jawa.
  • Harga beli awal relatif lebih tinggi dibandingkan mobil bensin di kelas yang sama.
  • Pengisian daya membutuhkan waktu lebih lama daripada mengisi BBM.
  • Perjalanan jauh memerlukan perencanaan lokasi pengisian.
  • Kondisi baterai, garansi, dan nilai jual kembali perlu dipertimbangkan.
  • Premi asuransi berpotensi sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan mobil bensin.

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli Mobil Listrik

Mengingat SPKLU yang masih terbatas, penting untuk mempertimbangkan memasang home charging atau memastikan bahwa di sekitar tempat tinggal Anda terdapat SPKLU.

Anda juga perlu memeriksa garansi baterai, jarak tempuh aktual, dan biaya penggantian komponen berdasarkan ketentuan pabrikan.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Mobil Bensin?

Sampai saat ini, mobil bensin relatif masih menarik bagi pengguna yang mengutamakan fleksibilitas perjalanan dan pilihan kendaraan yang lebih beragam. Sebelum memilihnya, pastikan Anda sudah tahu kelebihan dan kekurangannya berikut.

Kelebihan Mobil Bensin

  • SPBU mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia dan proses pengisian BBM relatif cepat.
  • Rentang pilihan harga, model, dan bengkel lebih beragam.
  • Harga jual kembali relatif lebih stabil dibandingkan mobil listrik.
  • Lebih cocok untuk perjalanan jauh, khususnya menuju wilayah yang belum terjangkau SPKLU.
  • Performa cenderung lebih stabil karena risiko gangguan kelistrikan berat lebih kecil dibandingkan mobil listrik.

Kekurangan Mobil Bensin

  • Biaya BBM lebih besar, khususnya bagi pengguna dengan jarak tempuh tinggi. Harga BBM juga cenderung lebih mudah berubah dibandingkan biaya charge mobil.
  • Membutuhkan penggantian oli dan perawatan mesin berkala.
  • Menghasilkan emisi gas buang saat digunakan.
  • Biaya perawatan dapat meningkat seiring usia dan kondisi mesin.

Kapan Mobil Bensin Lebih Praktis?

Mobil bensin memiliki nilai lebih jika Anda sering bepergian antar kota, tinggal di lokasi dengan akses SPKLU terbatas, atau belum memiliki tempat yang memungkinkan pengisian daya.

Mobil Listrik vs Mobil Bensin, Mana yang Lebih Hemat?

Untuk membandingkan biaya secara adil, hitung energi, perawatan, pajak, asuransi, dan harga beli. Penghematan dari energi saja belum tentu cukup untuk menutup selisih harga kendaraan.

Perbandingan Biaya Listrik dan Bensin per 100 km

Berikut simulasi menggunakan asumsi konsumsi mobil listrik 15 kWh/100 km, tarif listrik rumah Rp1.444,70/kWh, konsumsi mobil bensin 7 liter/100 km, dan harga BBM Rp10.000/liter.

KomponenMobil ListrikMobil Bensin
Konsumsi per 100 km15 kWh7 liter
Harga energiRp1.444,70/kWhRp10.000/liter
Biaya per 100 kmRp21.671Rp70.000

Dengan asumsi tersebut, biaya energi mobil listrik 69% lebih rendah dibandingkan mobil bensin. Perhitungan Anda mungkin berbeda karena hasil aktual tetap tergantung pada efisiensi kendaraan, tarif listrik, harga BBM, dan penggunaan SPKLU yang bisa berubah-ubah.

Simulasi Biaya Energi per Bulan

Jika Anda berkendara 1.000 km per bulan, estimasi biaya energi mobil listrik sekitar Rp216.705, sedangkan mobil bensin Rp700.000.

Itu artinya, selisihnya biaya energi mobil EV vs mobil bensin bisa mencapai sekitar Rp483.295 per bulan atau Rp5,8 juta per tahun. Anda bisa mencoba Kalkulator Konsumsi BBM untuk hasil yang lebih akurat.

Perbandingan Biaya Servis dan Perawatan

Mobil listrik tidak memerlukan servis oli mesin, busi, atau sejumlah komponen sistem pembakaran sehingga biaya perawatannya relatif lebih murah.

Sebagai contoh, biaya servis berkala Wuling Air EV diperkirakan sekitar Rp3,6–3,9 juta per 100.000 km. Sementara itu, estimasi biaya servis berkala Mitsubishi Xpander mencapai Rp7,9 juta untuk jarak serupa.

Perbandingan Pajak dan Asuransi

Pajak kendaraan listrik dapat dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat dan daerah, sedangkan besaran pajak mobil bensin bergantung pada spesifikasi serta ketentuan yang berlaku.

Sebagai contoh, pajak tahunan Mitsubishi Xpander GLS 2026 di Jakarta diperkirakan sekitar Rp4,47 juta, sedangkan pajak Wuling Air EV relatif lebih rendah.

Untuk asuransi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan bahwa tarif premi mobil listrik cenderung 20% lebih mahal dibandingkan mobil konvensional. Tarif premi akan disesuaikan dengan model dan profil risiko kendaraan.

Menghitung Total Biaya Kepemilikan Selama 5 Tahun

Simulasi ini menggunakan skema penggunaan 20.000 km per tahun dengan Wuling Air EV varian termurah dan Mitsubishi Xpander GLS M/T.

KomponenWuling Air EVMitsubishi Xpander GLS M/T
Harga beli (OTR Jakarta)±Rp214 jt±Rp270,1 jt
Energi 5 tahun±Rp25,5 jt±Rp83 jt
Servis 100.000 km±Rp4 jt±Rp7 jt
Total±Rp244 jt±Rp360 jt

Total selisih kepemilikan keduanya setelah 5 tahun adalah Rp117 juta dengan Rp56 juta di antaranya datang dari selisih harga beli. Angka ini belum termasuk wall charger (Rp5–10 juta lebih), asuransi, dan depresiasi.

Mobil listrik rata-rata kehilangan sekitar 59% nilai dalam lima tahun, dibanding 40–50% untuk mobil bensin. Selisih ini bisa menggerus Rp19–41 juta dari nilai Rp214 juta.

Studi LPEM FEB UI (2020) yang menghitung total biaya kepemilikan mobil listrik di Indonesia menunjukkan bahwa semakin tinggi pemakaian dan lama mobil dimiliki, biaya kepemilikan mobil listrik semakin kompetitif dibandingkan mobil bensin.

Itu artinya, pengemudi yang menyetir jauh setiap hari paling cepat menutup selisih harganya.

Mobil Listrik vs Mobil Bensin: Mana yang Cocok untuk Anda?

Pilihan terbaik bukan hanya kendaraan dengan biaya energi paling rendah, melainkan yang sesuai dengan pola perjalanan dan kondisi keuangan Anda.

Jika Mengutamakan Biaya Operasional

Mobil listrik patut dipertimbangkan jika Anda rutin berkendara dan bisa mengisi daya di rumah. Semakin tinggi jarak tempuh, semakin besar potensi penghematan energi. Hitungan di atas menunjukkan selisih biaya energi bisa mencapai puluhan juta dalam 5 tahun.

Jika Sering Bepergian Jarak Jauh

Mobil bensin lebih aman ketika rute Anda memiliki akses pengisian listrik terbatas. Mobil listrik tetap dapat digunakan untuk perjalanan jauh, tetapi membutuhkan perencanaan lokasi dan waktu pengisian.

Jika Memiliki Anggaran Pembelian Terbatas

Bandingkan harga kendaraan sekelas, uang muka, cicilan, dan biaya kepemilikan. Mobil bensin bekas dapat menjadi pilihan lebih terjangkau, sedangkan mobil listrik perlu dinilai berdasarkan total biaya dan garansi baterainya.

Jika Berencana Menjual Kembali Mobil dalam Beberapa Tahun

Harga mobil listrik bekas turun sekitar 50% dalam 3–4 tahun. Studi yang diterbitkan Environmental Research Letter (2026) menunjukkan bahwa mobil listrik baru umumnya punya Total Cost Ownership (TCO) lebih tinggi, tetapi mobil listrik bekas punya TCO terendah karena depresiasi. 

Oleh karena itu, mobil bensin dinilai lebih aman dibeli jika Anda berencana menjualnya. Sebaliknya, Anda bisa mempertimbangkan mobil listrik bekas jika dana terbatas.

Scroll to Top