Kalkulator Bangun Rumah

Hitung estimasi biaya membangun rumah berdasarkan luas, jumlah lantai, kualitas material, dan lokasi. Hasilnya berupa rentang biaya, bukan satu angka pasti.

Jumlahkan semua lantai. Contoh: 2 lantai × 50 m² = 100 m².

Pekerjaan tambahan (opsional) Biaya non-konstruksi

Isi formulir lalu klik “Hitung Estimasi” untuk melihat hasil.

Disclaimer: Angka ini hanya estimasi awal berdasarkan asumsi rata-rata harga borongan (material + upah) dan bukan penawaran resmi. Biaya aktual bergantung pada desain, kondisi tanah, harga material saat ini, dan kontraktor. Pengali wilayah, harga pekerjaan tambahan, dan perizinan adalah asumsi umum yang bisa berbeda di tiap daerah. Belum termasuk harga tanah, furnitur, dan perabot. Minta RAB rinci dari arsitek atau kontraktor sebelum membangun.

Cara Menggunakan Kalkulator

  1. Masukkan luas bangunan total dari semua lantai dalam meter persegi.
  2. Pilih jumlah lantai, kualitas material, dan lokasi proyek Anda.
  3. Centang pekerjaan tambahan seperti pagar, carport, atau septic tank bila diperlukan.
  4. Atur dana cadangan, lalu baca rentang biaya dan rincian per komponen di sisi hasil.
  5. Bagikan hasilnya ke kontraktor atau keluarga untuk bahan diskusi anggaran.

Pertanyaan Umum

Berapa biaya bangun rumah per meter persegi di 2026?

Berdasarkan sejumlah sumber publik, kisaran borongan rumah standar sekitar Rp4–5 juta per m² dan kualitas menengah sekitar Rp5,5–7 juta per m² di Jabodetabek. Rumah premium dapat di atas Rp7,5 juta per m². Kalkulator ini memakai kisaran tersebut sebagai asumsi dasar lalu menyesuaikannya dengan lokasi dan jumlah lantai.

Apakah hasil kalkulator sudah termasuk harga tanah?

Belum. Hasil hanya mencakup biaya bangunan, pekerjaan tambahan yang Anda pilih, jasa desain, perizinan, dan dana cadangan. Harga tanah, furnitur, dan perabot perlu dihitung terpisah.

Berapa dana tak terduga yang sebaiknya disiapkan?

Praktisi konstruksi umumnya menyarankan 10–15% dari total biaya untuk mengantisipasi kenaikan harga material, perubahan desain, atau kondisi tanah. Pilihan 5–15% tersedia di kalkulator.

Mengapa rumah 2 lantai bisa lebih mahal per m²?

Struktur bertingkat membutuhkan pondasi, kolom, balok, dan tangga yang lebih kuat, serta kerja di ketinggian. Di sisi lain, pondasi dan atap terbagi ke dua lantai sehingga biaya per m² tidak selalu naik drastis. Kalkulator menambahkan faktor kecil untuk tiap lantai tambahan.

Seberapa akurat kalkulator ini?

Gunakan sebagai gambaran awal untuk menyusun anggaran. Akurasinya terbatas karena desain, spesifikasi, dan harga lokal belum diketahui. Rentang biaya sengaja ditampilkan agar tidak memberi kesan angka pasti.

Asumsi harga terakhir diperbarui:

Scroll to Top